Searching...
Sabtu, 13 Agustus 2016

konfigurasi Static

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cara konfigurasi Static Routing, kali ini saya menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer. Sebelum itu, saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu Static Routing.

Static Routing (Routing Statis) adalah bentuk routing yang terjadi ketika router menggunakan routing yang dikonfigurasi secara manual. Rute static secara manual dikonfigurasi oleh administrator jaringan dengan menambahkan entri ke table routing.


Berikut Topologi yang saya buat


Penjelasan Topologi:
  • 4 buah Router
  • Hostname nama kota
  • Tentukan IP Address pada setiap interface Router
  • Menggunakan Kabel Serial

1. Merubah hostname pada tiap router
Sesuai dengan penjelasan topologi yang saya buat, kali ini saya merubah hostname :

  • R1 dengan hostname Bekasi
  • R2 dengan hostname Bandung
  • R3 dengan hostname Semarang
  • R4 dengan hostname Bogor
Note "Jika Hostname nya tidak ingin dirubah juga tidak apa-apa ,karna tidak akan berpengaruh pada saat routing"


R1
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Bekasi
Bekasi(config)#

R2
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Bandung
Bandung(config)#

R3
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Semarang
Semarang(config)#

R4
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname Bogor
Bogor(config)#


2. Konfigurasi Ip Address
Sebelum men-setting IP Address pada setiap interface, pastikan Anda menentukan  IP Address yang ingin Anda pakai. Perintah untuk menambahkan IP Address adalah:
ip address [alamat IP] [subnet mask]
Pada kali ini saya menggunakan IP Address :
  • R1 (Bekasi)          
interface serial2/0 menggunakan IP Address 10.10.10.1 dengan subnetmask 255.255.255.252 
  • R2 (Bandung)      
interface serial2/0 menggunakan IP Address 10.10.10.2 dengan subnetmask 255.255.255.252 
interface serial3/0 menggunakan IP Address 11.11.11.1 dengan subnetmask 255.255.255.252 
  • R3 (Semarang)    
interface serial2/0 menggunakan IP Address 11.11.11.2 dengan subnetmask 255.255.255.252  
interface serial3/0 menggunakan IP Address 12.12.12.2 dengan subnetmask 255.255.255.252 
  • R4 (Bogor) 
interface serial2/0 menggunakan IP Address 12.12.12.1 dengan subnetmask 255.255.255.252 



R1 (Bekasi)
Bekasi>enable
Bekasi#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Bekasi(config)#int se2/0
Bekasi(config-if)#ip addr 10.10.10.1 255.255.255.252
Bekasi(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to down
Bekasi(config-if)#exit
Bekasi(config)#

R2 (Bandung)
Bandung>enable
Bandung#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Bandung(config)#int se2/0
Bandung(config-if)#ip addr 10.10.10.2 255.255.255.252
Bandung(config-if)#no shut
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up

Bandung(config-if)#exit
Bandung(config)#int se3/0
Bandung(config-if)#ip addr 11.11.11.1 255.255.255.252
Bandung(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to down
Bandung(config-if)#exit
Bandung(config)#

R3 (Semarang)
Semarang>enable
Semarang#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Semarang(config)#int se2/0
Semarang(config-if)#ip addr 11.11.11.2 255.255.255.252
Semarang(config-if)#no shut

Semarang(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up

Semarang(config-if)#exit
Semarang(config)#int se3/0
Semarang(config-if)#ip addr 12.12.12.2 255.255.255.252
Semarang(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial3/0, changed state to down
Semarang(config-if)#exit
Semarang(config)#

R4 (Bogor)
Bogor>enable
Bogor#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Bogor(config)#int se2/0
Bogor(config-if)#ip addr 12.12.12.1 255.255.255.252
Bogor(config-if)#no shut

Bogor(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to up

Bogor(config-if)#exit
Bogor(config)#


3. Konfigurasi Static Routing
Setelah setting IP Address pada setiap interface, yang harus dilakukan selanjutnya adalah konfigurasi Static Routing. Konfigurasi routing digunakan untuk menghubungkan router yang tidak terhubung langsung dari suatu network ke network lainnya. Di Static Routing ini, kita men-setel routing secara manual dengan menggunakan perintah :
ip route [network tujuan] [subnetmask] [nexthope]
Contohnya adalah : 
Router(config)#ip route 20.20.20.0 255.255.255.0 19.19.19.2
Penjelasan :
20.20.20.0 = Network tujuan
255.255.255.0 = Subnetmask tujuan
19.19.19.2 = Next Hope Address (IP Address pada interface router yang bersebelahan)

0 komentar:

Posting Komentar